Daisypath Anniversary tickers
Lilypie Maternity tickers

Saturday, March 20, 2010

Catatan Menjelang hari H kita

Suwi tenan gak ngepost nih, banyak banget sebenarnya yang mau di review soal 'pernikahan' kemaren. Jadi bingung mau mulai dari mana...

Eeh, wait... Wait...
Aku jadi inget beberapa hari sebelum hari H, Si Mas sempat buat aku nangis.

Loh..Loh.. Kenapa,cha?

Yah namanya juga menjelang hari H pasti sejuta rasa bakal kamu rasain, dan yang paling menonjol adalah "Deg-deg-ser"nya itu loh. Dan like usual, sebagai seorang wanita aku pengin perhatian Si Mas yang kali ini porsinya harus lebih (biasanya banyak, kali ini harus banyak banget)


Tapi ternyata perhatian yang harapkan lebih itu bagai pepesan kosong (Ouuggh, majas lebay nih hehehe),Si Mas tetap pada sikap dinginnya (red; Sok Cool).
Dan jadilah aku menangis sendirian dan besoknya tiap ketemu Si Mas bawaanya pengen judes aja ke Mas, ceritanya bales dendam gt...

Tapi belakangan dia cerita, kalau ternyata dia juga bingung gimana supaya "deg-deg-ser" yg dia juga rasain ilang :)

Usut punya usut, ternyata cerita begini juga banyak di alami banyak pasangan lainnya menjelang hari H mereka looh..

Hehehe ^^v

Saturday, January 16, 2010

Review The Wedding Preparation [The Venue, Part 2]

Finally, kita mulai mencari tempat yang mudah diakses orang banyak, jatuhnya sih ditengah kota. Ada Empat venue yang bisa aku suggest, Ballroom Hotel Budiman, Gaedung Bayangkhari, Balai Sudirman dan yang terakhir ini adalah The Most Favorite Venue-nya orang Balikpapan kalau punya hajatan; Main Hall Banua Patra.

Well, untuk Ballroom Hotel Budiman yang terletak di Jl. A.Yani ini sangat mudah dijangkau apabila menggunakan kendaraan umum dan juga cukup memadai lahan parkirnya. Kebetulan Menantunya Sang Empunya hotel ini temen aku, jadi judulnya bisa dikasih ‘spesial rate’ plus gratis satu buah kamar. Namun sayang banget, ‘spesial rate’nya belum ‘pas’ sama budget kami berdua. Kata Si Erly (temen aku itu), tahun 2010 tuh apa-apa udah naik harganya. Hehehe, tau gitu aku milih kawin sebelum krismon 97 aja kali ya,ly? Any way Thanks a lot buat Erly yang udah ngeloby mertuanya...

What’s Next? Balai Sudirman...

Sebenernya ini tempat bukan termasuk gedung baru. Karena bangunan yang terletak pesis disebelah MonPeRa dan di depan Kodam VI Tanjungpura udah lama ada, hanya saja lantai dua dari bangunan ini baru dibuka untuk umum sebagai auditorium pertengahan tahun 2009 (kalau salah mohon koreksinya). Terletak jalur utama kota Balikpapan, venue ini cukup menyita perhatian karena emang tempatnya sangat strategis juga ditambah tulisannya yang super gede di bagian depan bangunannya “Balai Sudirman”. Soal harga sebenarnya kurang tahu pastinya berapa, tapi dari bisik-bisik tetangga dan teman seperjuangan yang sama, harga sewa nya +/- sekitar 7jeti/hari :) sedikiti info detail soal fasilitas venue ini yang aku dapet dari situsnya Pak Panglima Kodam, Mayjen TNI Tono Suratman, Untuk bangunan lantai atas terdiri dari auditorium 1 unit dengan luas 462 m2 dan mempunyai kapasitas tampung 400 orang. Fasilitas yang tersedia yaitu ruang ganti 2 unit, kamar mandi 4 unit, gudang 1 unit dengan luas 43 m2. Listrik 16.000 VA, air PDAM, AC standing wall 2 unit. Fasilitas umum (fasum) terdiri dari lapangan parkir dengan luas 1.770 m2 dan kapasitas tampung 50 kendaraan kecil.

Beralih ke sebelah kanan dari Balai Sudirman, kira-kira 500 meter kita bakal nemuin “Banua Patra” disana, Yang ini dikelola sama Pertamina UP V Balikpapan. Gedung ini cukup punya nama karna dia emang sudah sepuhnya venue untuk acara nikahannya warga Balikpapan (salah satu bukti eksistensi PERTAMINA di Balikpapan). Kalau mau pake gedung ini, kamu harus booking jauh-jauh hari loh! Apalagi kalau acara kamu pas lagi bulan baik (Red: Musim Nikahan). Nah karena venue ini udah lama, jadi kayaknya gedung ini terlihat ‘kurang fresh’. Kalau kamu emang beneran bakal pake ini venue, disarankan untuk menggunakan ‘tutup gedung’ berupa dekorasi kain-kain cantik. Dijamin deh, langit-langit yang agak kurang sedap dipandang jadi tidak nampak. Hal ini yang dipake sahabat saya,Ninin dalam resepsinya entar. Kebetulan Papa Pipin pensiunan Pertamina jadi dapet ‘spesial rate (yang ini bener2 spesial rate,khusus keluarga besar Pertamina UP V). Fyi, harga dekorasi tutup gedung di Balikpapan berkisar 3 s/d 4 juta tergantung dari besar atau kecilnya tempat yang mau di dekor.

Nah Venue terakhir ini namanya Gedung Kemala Bhayangkari, lokasinya +/- 700 meter dari sebelah kiri Balai Sudirman. Masih terletak di Jl. Sudirman (masih deket-deket sama Balai Sudirman & Banua Patra), gedung ini dikelola oleh POLDA KALTIM. Secara ‘luas’, venue ini kurang lebih saja sama Balai Sudirman. Hanya saja, kalau Balai Sudirman melebar kesamping, Gedung Kemala Bhayangkari justru memanjang kebelakang. Interior gedung ini baru aja diperbaiki sepertinya, sekarang wallpapernya warna kuning gading, jadi terlihat agak fresh. Dan aku pada akhirnya memilih Gedung Kemala Bhayangkari sebagai venue untuk resepsi entar [alhamdulillah, akhirnya dapet venue juga..]. Selain ditengah kota, mudah dijangkau juga pas dikantong kita, Mama dan Papa ku juga dulu ngadain resepsi pernikahan mereka disini looh :D

Ok Well, perjalan mencari venue / gedung buat resepsi udah done pada 3 Desember 2009.
Buat yang mau cari venue juga, jangan lupa tanyai fasilitas apa saja yang mereka kasih. Seperti lahan parkir, daya parkir, air PDAM lancar apa gak, ada Genset atau gak (Kali aja PLN rada sentimen trus maen padamin listrik mendadak), dan fasilitas penunjang lainnya. Intinya jangan malu nanya, dan jangan sungkan buat ngasih tau mereka apa yang kamu mau (Kalau sempet gw re-post tips buat milih tempat resepsi deh).


Because that day will be yours...
(^__^)v

Review the Wedding Preparation [The Venue, Part 1]


Small shared dari kami,

Di Balikpapan ternyata susah-susah gampang buat cari tempat resepsi. Sebenarnya pengen banget kalau resepsi itu di rumah aja for a simple reason sih, karena kalau dirumah itu gak terbatas waktunya untuk tamu. Bisa jadi kan, ada tamu yang baru bisa datang malem hari dan in my humble opinion, kalau dirumah tuh lebih berasa ‘kekeluargaan’ aja. Tapi karna hal ini sangat tidak memungkinkan, karena aku tinggal di daerah yang bukan ‘lahan datar’. Jadi keputusannya adalah resepsi akan diadakan di gedung / venue.

Tapi dimana ya?

Emang sih semua jatuhnya juga ke prinsip ‘berapa budget yang anda siapkan’ :)
Harga untuk wilayah Balikpapan itu cukup bervariatif. Kalau diambil yang rate medium sekitar 3,5 s/d 7 juta (belum pajak looh). Karena budget kami hanya sampai level ‘cukup’, maka dengan yakin kami berdua tidak terfikirkan untuk memilih venue di sebuah Ballroom hotel yang cukup punya nama sampai yang pake bintang.
Ok well, Let me tell U tentang Hasil survey aku sampai akhirnya manjatuhkan sebuah keputusan (Note; dalam hal mencari venue Si Mas tidak banyak berkontribusi dikarenakan Beliau ini seorang pendatang baru yang belum fasih sama kota Balikpapan).
Aku jadi inget yang pernah ditulis Riska di blognya, Hunting gedung is a MUST... Kalau versi aku, Hunting gedung is a MUST even you do it by your self :(

Opsi yang pertama adalah Auditorium Kanwil Pegadaian Balikpapan. Ini sih saran dari mama yang udah berbakti pada korps-nya yang satu ini selama berpuluh tahun.Katanya sih untuk pegawainya dapet ‘spesial rate’. Tempatnya bersih dan interiornya bagus karena emang gedung ini relatif baru dan juga belum banyak orang yang tau kalau di tempat ini ada auditoriumnya dan bisa jadi venue buat resepsi. Tapi sayang banget tempat parkirnya sangat kecil, jadi kendaraan roda empat biasanya parkir di tepi sisi kiri dan kanan jalan. Ini akan merepotkan tamu dan undangan. Dan juga, didalam gedung terdapat tiang pondasi sehingga kurang nampak lapang. Dan ternyata, harganya ‘special rate’ yang diberikan relatif sama dengan venue yang lain :) Yuuks, cari yang lain lagi aja deh...

Untuk venue yang besar, Auditorium Speedy (dulu namanya Bee-Bee) yang terletak di Komplek Telkom RingRoad bisa jadi alternatif. Selain gedungnya yang luas, area parkirnya juga sangat memadai kalau memang tamu undangan anda dalam kapasitas yang banyak. Ditambah lagi suasana yang ‘adem’ karena dikelilingi oleh banyak pepohonan di sekitarnya. Tapi venue ini terletak di dalam komplek yang notaben-nya dari jalan raya RingRoad harus masuk +/- sekitar 500meter dengan jalan yang berbukit. Tamu undangan yang menggunakan kendaraan umum akan kerepotan, karena kendaraan umum gak mau masuk komplek kalau gak di booking, Oke lah kalau masuknya bisa booking kendaraan umum itu, trus kalau pulangnya lagi gimana? Duh,repot aja bawaanya kalau harus ke gedung Speedy pake kendaraan umum [ini sih alasannya Mama ku dan Mama Nies untuk tidak menyarankan memilih gedung ini]...

Mari kita jalan-jalan ke tempat yang lain lagi... (to be continue in Part 2)

Friday, January 15, 2010

Tak Ada Tempat Seperti Surga

Duh..Duh..
Lagi Fallin' in love sama lagu Samson yang satu ini.
Romantis abis [Haha, lebay yah saya]

Dimasukan kedalam Wedding Play List nich, pengenya si Mas yang nyanyi pas Wedding entar, tapi itu kayaknya cuma 'pepesan kosong' belaka.
Mending denger Bams aja yang nyanyi deh.

Enjoy the Song,beib... :)

Tak ada tempat seperti Surga
Untuk kuhabiskan hidupku denganmu
Senandung alunan terindah
Akan kulakukan teruntuk dirimu cinta
Separuh darah hidupku

Tak ada tempat seperti Surga
Untuk kuabadikan hidupku denganmu
Barisan syair yang terindah
Akan kulakukan teruntuk dirimu cinta
Separuh sukma jiwaku

Ku persembahkan hidupku
‘Tuk selamanya padamu
‘Kan kuserahkan cintaku hanya untukmu
Selamanya

Ku abadikan hatiku
‘Tuk selamanya padamu
‘Kan kuserahkan ragaku hanya untukmu
Selamanya

::Sumbernya:lirikbaru.com::

Thursday, January 14, 2010

::Si BuLat, Symbol Cinta Abadi::

Memilih cincin kawin yang berdesain indah, modern, nyaman dipakai, dan selalu ‘in’ untuk segala masa ternyata butuh kiat dan seni tersendiri.

Agenda memilih cincin kawin, pastilah sangat penting sekaligus menantang bagi setiap calon pengantin. Peran cincin kawin sebagai simbol ikatan cinta memang sangat signifikan dalam setiap upacara perkawinan. Tak heran bila pasangan capeng rela mondar-mandir, keluar masuk berbagai toko perhiasan sebelum akhirnya menemukan pilihan yang sesuai dengan selera, trend dan tentu saja…isi kantong.

Cincin telah mulai digunakan sebagai simbol ikatan cinta abadi sejak masa pemerintahan para Firaun di Mesir. Bentuknya yang melingkar sempurna tanpa memiliki ujung dan pangkal diidentikkan sebagai aliran cinta yang abadi tanpa henti. Kebiasaan ini sempat ‘meredup’ pada era Romawi. Namun kembali popular dilakukan pada abad 18. Di era ini cincin belum dikenakan di jari manis seperti sekarang, melainkan dikenakan di jari tengah tangan kiri. Apa alasannya? Orang Romawi ternyata percaya terdapat pembuluh darah yang mengalir melewati jari tengah kiri langsung ke hati!

Mengiringi derasnya perkembangan dunia fesyen, cincin kawin mengalami berbagai inovasi yang luar biasa. Bentuknya yang semula hanya berupa lingkaran bulat sederhana, dari waktu ke waktu dipercantik dengan berbagai hiasan seperti ukiran, motif ataupun batu permata. Bahan dasarnya pun kini makin variatif. Jika mulanya yang dibuat dari bahan besi biasa, kini tersedia dalam berbagai variasi, seperti emas kuning, emas putih (platinum) dan titanium.

Khusus untuk jenis cincin yang dihiasi permata, hingga kini berlian yang melambangkan kemurnian dan keabadian cinta masih menjadi yang terfavorit.
Dua batu permata pilihan lainnya adalah ruby merah yang melambangkan hati, serta sapphire biru yang melambangkan kesetiaan.



Simple, bermotif atau berpermata?

Walau telah mengalami banyak perkembangan, cincin kawin pada dasarnya terdiri dari 3 model utama, yakni cincin berbentuk lingkaran polos tanpa ornament, cincin dengan hiasan satu atau beberapa permata, dan cincin yang dihiasi motif seperti sulur atau garis-garis.

Model lingkaran polos atau bermata satu, hingga kini masih digemari banyak calon pengantin. General Manager Benteng Jewellery, Sawito misalnya, mengatakan banyak calon pengantin tetap suka memilih model cincin kawin yang simple dan modern. “Cincin berpermata satu, misalnya cocok untuk untuk seseorang yang memiliki kepribadian yang modern.”

Hal serupa juga dikemukakan oleh Desi Kristiana E, Brands Manager Frank Duet - The House of Wedding Ring by Frank & Co Jewellery. “Saat ini model yang sedang digemari di kalangan calon pengantin adalah model yang simple, atau dihiasi dengan satu permata.” Desi menambahkan belakangan ini juga muncul cincin kawin dengan hiasan berlian untuk pengantin wanitanya saja. “Cincin pengantin pria tanpa batu berlian kini sedang digemari dan menjadi trend di Eropa, karena modelnya yang simple dan dapat menghindari kesan feminin pada pengantin prianya “ katanya mengimbuhkan.

Ada lagi yang model cincin yang frame-nya lebih tebal dengan berlian yang terletak pada bagian pinggir cincin. “Model ini cocok untuk seseorang yang memiliki kepribadian unpredictable, unik dan berani beda,” ujar Sawito. Anda yang berkepribadian unik dan suka bergaya dengan motif, dapat memilih cincin dengan ukiran, motif garir-garis atau sulur-sulur. “Frank Duet memiliki seperti koleksi cincin dengan berbagai ornament motif seperti lubang-lubang, garis-garis, silang-silang ataupun sulur-sulur.” Kata Desi.


Kuning atau Putih?
Tak hanya modelnya yang beragam, cincin kawin dewasa ini tersedia dalam berbagai jenis bahan dasar. Cincin kawin dari emas kuning yang sangat popular di masa oma-opa atau papa-mama kita dulu, kini telah tergeser oleh emas putih. Kini Anda juga dapat membeli cincin yang terbuat dari logam titanium. Permata penghiasnya pun makin variatif. Mulai dari berlian asal Belgia yang indah namun berharga tinggi, hingga kristal swarovski atau cubic zircon yang lebih ekonomis.

Pilihan harga pun cukup beragam, dengan kisaran harga terfavorit antara 3-10 juta. Di Frank Duet Anda bisa memilih koleksi cincin dari emas putih dan kuning dengan harga mulai dari Rp. 3 juta. Sementara di Benteng Jewellery, tersedia cincin dari emas putih dan kuning dengan harga mulai dari Rp. 5-10 juta.


Tips memilih cincin kawin
1. Sering-sering ‘browsing’ ke toko-toko perhiasan atau melihat-lihat referensi di majalah. Sebaiknya mulai mencari sekitar 2 bulan sebelum hari pernikahan. Jadi Anda masih punya cukup waktu untuk mencari, berpikir-pikir dan melihat kembali cincin kawin yang di’incar’.

2. Atur budget. Anda dapat menyiapkan budget sekitar 3-10 juta.
3. Pikirkan 20 tahun ke depan.Jangan takut untuk tampil beda, tapi pastikan model yang dipilih adalah model yang masih ingin Anda kenakan sampai 20 tahun ke depan.

4. Pilih yang simple dan nyaman dipakai. Disarankan memilih cincin berwarna putih dan bentuk berliannya bulat. Karena tidak bersudut sehingga sinarnya lebih bagus.
5. Lakukan ‘final fitting’ ukuran cincin di saat kondisi Anda tenang dan temperatur tubuh normal. Jangan melakukannya pada pagi hari. Jari akan sedikit membengkak, karena tubuh Anda masih mengandung garam yang tersimpan dari malam sebelumnya. Ukuran jari juga sedikit berubah setelah Anda berolah raga atau atau saat tubuh dalam keadaan panas dan dingin sekali.
6. Anda yang berjari kecil disarankan untuk tidak memakai cincin kawin yang berbentuk lebar.

7. Pilihlah cincin yang mudah dibersihkan, sehingga Anda dapat merawatnya sendiri. Jika model cincin Anda cukup rumit, pastikan toko perhiasan tempat Anda membelinya dapat memberikan jasa pencucian perhiasan.

8. Jika Anda mengenakan cincin platinum, hindari mengenakannya saat melakukan pekerjaan kasar atau berolah raga, karena platinum mudah tergores. Hindari pula mengenakan cincin kawin saat Anda bekerja dengan zat-zat yang mengandung klorin, seperti pemutih pakaian, pembersih bahkan desinfektan yang terkandung dalam kolam renang.

9. Pilihlah toko perhiasan yang memberikan jasa pembesaran atau pengecilan ukuran, pencucian dan pemolesan ulang.

::Sumber:Weddingku.com::

Wednesday, January 13, 2010

My Best Friend's Wedding **Akad Nikah** [Akhirnya...]


01 Januari 2010

Yup, Seorang sahabat yang punya nama 'Indri Asa Bamustkasari' itu akhirnya menikah. Dan lelaki yang beruntung bisa menjadi Suaminya adalah Abang Hendra :D
Wuueee... Congratz yach!!!

Deuwh-deuwh,temen yang satu ini termasuk perfectionist dalam semua hal yang menyangkut Weddingnya itu, termasuk soal seserahan alias peningset.
Hal yang satu ini paling banyak punya cerita deh. Dari yang Lip Balm Body Shop favorite-nya yang habis dilukiskan kedinding sama si Keponakan 'Pilot Juan'sampai ke perlengkapan sholat yang tadinya berupa sepasang pria-wanita namun karena dicomplain Mama Mus, akhirnya berubah bentuk jadi mesjid pada Hari H (Antar Jujuran sekaligus Akad Nikah). Alasanya? Karena kata mama bentuknya kok 'medeni pooll' Heehee..

Tapi yang paling buat aku seneng adalah ternyata salah satu seserahannya ada sebuah tas anyaman yang aku beliin di Malioboro buat oleh-oleh dia.



Penasaran kok bisa Tas oleh2 buat dia jad bahan seserahan,akhirnya aku tanya dong :

Saya : Loh, kok tas itu masuk dalam seserahan?
iin : Iya, soalnya aku lupa beli tas. Tapi itu juga lucu kan,cha?
Saya : *innocent_mode_on* Oooh, iya lucu... Kok bisa lupa? Kan kamu orangnya perfect banget?
iin : Emang kalau kawin cuma mikirin tas doang apa???
Saya : Heehee... (dalam hati said: Orang kalau mau kawin tuh mirip2 ma kucing ya? S.E.N.S.I.T.I.F... Hohoho)



Jadi gak sabar buat cepetan 'join the club' bareng Ninin & Mbak Reny... "The marriage Women Club" Hehehe...

Tiba-tiba, iin nanya :

iin : Seserahan kamu apa aja,cha?
Saya : Kayaknya aku gak pake seserahan deh... [Bo'ong banget.com]
iin : GILA!!! Seserahan tuh Wajib... Ntar abis resepsi,aku temenin belanja deh. Tar lagi nikah,kok belum nyiapin seserahan [Panik Mode On]
Saya : Oohh gitu... *nyengir-nyengir*


Finally, my luphly friend Ninin & Hendra kami doakan 'Barakallahu'
Semoga kalian selalu di beri rahmat oleh Allah SWT, menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, di beri keturunan sholeh & sholehah, baik rupa juga akhlak serta bahagia terus sampe akhir hayat. we are so happy for U...
*Big Hug & Kiss*

[Sorry, Fotonya belum boleh diupload sesuai dengan permintaan yang punya hajat]